Saudara-saudaraku sekalian -semoga Allah meneguhkan kita di atas kebenaran, sesungguhnya dakwah merupakan suatu amal yang sangat mulia.

Allah ta’ala berfirman,(artinya) “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru; sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl : 36).

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini, antara lain :

[1].Hikmah pengutusan para rasul adalah mendakwahkan tauhid serta melarang perbuatan syirik.

[2].Agama para nabi itu satu. Yaitu memurnikan ibadah kepada Allah serta meninggalkan syirik, walaupun syari’at yang mereka ajarkan berbeda-beda

[3].Risalah (ajaran rasul) berlaku umum meliputi semua manusia

[4].Keagungan tauhid, dan ia merupakan kewajiban bagi semua umat

[5].Di dalam ayat ini terkandung kesamaan makna dengan kalimat la ilaha illallah yaitu penafian (sesembahan selain Allah, dalam kata la ilaha) dan penetapan (sesembahan yang benar hanya Allah, illallah). Ayat ini menunjukkan bahwa tauhid tidak akan lurus kecuali dengan memadukan kedua-duanya. Penafian semata bukan tauhid, sebagaimana penetapan semata juga bukan tauhid (lihat Al-Mulakhash fi Syarh kitab At-Tauhid, hal.10-11).

Dakwah mengajak umat manusia untuk mentauhidkan Allah adalah jalan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya yang setia.

Allah ta’ala berfirman, (artinya) “Katakanlah; inilah jalanku, aku mengajak kalian untuk mentauhidkan Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku, dan maha suci Allah aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf : 108).

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini, antara lain :

1.Dakwah kepada syahadat la ilaha illallah merupakan jalan rasul dan para pengikutnya

2.Merupakan kewajiban bagi seorang da’i untuk memahami apa yang dia dakwahkan serta mengerti apa yang dia larang

3.Peringatan untuk ikhlas dalam berdakwah, yaitu supaya tidak ada maksud lain dalam dakwah yang diserukan oleh da’i selain mengharapkan wajah Allah, dengan dakwahnya itu dia tidak boleh berniat untuk mencari harta, memperoleh kedudukan, pujian dari orang atau seruan kepada golongan dan madzhab

[6].Bashirah merupakan hal yang wajib. Karena mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hal yang wajib, dan hal itu tidak akan terwujud kecuali dengan bashirah yaitu ilmu dan keyakinan (lihat Al-Mulakhash fi Syarh kitab At-Tauhid, hal.46-47).

Oleh sebab itu saudaraku sekalian, seorang muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaannya kepada segala sesuatu yang ada di dunia ini tentu tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Berdakwah adalah tanggung jawab kita kepada Allah untuk menyelamatkan umat ini dari kehancuran mereka.

Semoga Allah memasukkan kita di barisan hamba-hamba-Nya yang membela agama yang hanif ini dengan jiwa dan raga kita. Allah ta’ala sudah menjanjikan, “Allah pasti akan menolong siapa saja yang membela (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. Al-Hajj : 40).
[Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Disusun di Yogyakarta, pertengahan bulan Dzulqa’dah 1429 H [Ari Wahyudi]]